Pelaku meminta korban mengeluarkan air suci dari kemaluannya agar transfer ilmu bisa berhasil
BERITA INDONESIA – Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Begitu pepatah yang tepat ditujukan kepada para pelaku cabul yang sudah resmi menyandang status tersangka.
Bagaimana tidak, para predator wanita yang tertangkap aparat penegak hukum memang kerap melancarkan aksinya dengan modus yang tak pernah sama. Alasannya pun bermacam-macam.
Seperti si Takim (29), dukun cabul asal Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang sukses mengobok-obok kemaluan pasiennya dengan modus mengusir jin yang bersarang di kemaluan seorang siswi kelas 2 SMP sebut saja Intan (14).
Berbeda dengan Haryoto (49), si dukun cabul yang tinggal tak jauh dari kediaman Takim. Haryoto menggunakan modus mengajarkan ilmu kebatinan. Tujuannya sudah jelas, yakni agar dapat mengibuli sekaligus menyetubuhi pasiennya, sebut saja Mawar (16), gadis kinyis-kinyis.
Memang, meski masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMA), Mawar senang menelusuri dunia ghoib. Katanya, lebih menantang sekaligus bikin penasaran. Tak heran jika gadis bertubuh molek ini akrab betul dengan sosok yang mengaku sebagai paranormal.
Sialnya, ternyata paranormal itu adalah Haryoto, si dukun gadungan yang meminta korban mengeluarkan air suci dari kemaluannya, agar proses penyalurkan ilmu dapat berjalan dengan lancar.
Terang saja Mawar merasa malu dan geli mendengar permintaan itu. Namun karena diancam proses ritual bisa gagal jika tak dilakukan, Mawar akhirnya nurut saja.
Karena tak bisa melakukannya sendiri, Mawar meminta pelaku untuk membantunya mengeluarkan air suci yang dimagsud. Mendengar permintaan itu, pelaku langsung sigap cepat tanggap siap ’86’, dan melakukannya dengan senang hati.
Singkat cerita, tepatnya pada 27 Juni 2017, sekira pukul 00.00 WIB. Pelaku membawa korban ke tengah perkebunan milik tersangka. Ditempat itu, keperawanan Mawar berhasil direnggut pelaku. Namun bukannya malah mengambil air suci dimagsud, pelaku malah meminta korban bergegas memakai pakaian lalu diantarkan pulang pada 28 Juni 2017, dini hari.
Terang saja keluarga Mawar menaruh curiga, korban yang diinterogasi dan dicecar berbagai pertanyaan akhirnya mengaku bahwa dirinya baru saja diho’oh pelaku demi menuntut ilmu kebatinan.
Sadar anak gadisnya dijadikan korban pencabulan, paginya korban bersama orang tuanya melapor ke Polres Magelang. Tak sampai hitungan jam setelah mendapat laporan, pelaku berhasil diringkus dan langsung dijadikan tersangka.
“Korban dibawa keluarganya melapor, modusnya membantu mengeluarkan air suci dari kemaluannya, korban nurut saja saat diajak melakukan ritual di tengah kebun milik tersangka,” terang Kasubag Humas Polres Magelang, AKP Santoso, Jumat (7/7). BERITA INDONEISA

Comments
Post a Comment