Siswi Madrasah ‘tekdung’ 6 bulan, ketahuan saat diraba


BERITA INDONESIA– Sebagai seorang guru, Poniman (54), memang gemar sekali mengajar. Namun karena gaji sebagai guru dirasa kurang memuaskan, ia pun membuka jasa bimbingan konseling. Tapi yang dilakukan ternyata bimbingan konseling ‘khusus’, ujung-ujungnya ya ke polisi juga urusannya.
Ibarat Entis Sutisna alias Sule alias pelawak kondang yang sering mondar-mandir di layar televisi, Poniman mengajar para siswinya pakai guyonan, lelucon, bicaranya juga ngapak, makanya semua siswi senang dengan gayanya mengajar, tak terkecuali Bunga (16).
Saking asyiknya melihat gaya Poniman mengajar, Bunga seolah terhipnotis hingga mau diajarin apa aja, termasuk diajarin cara membuka paha dan pelajaran membuat anak. Alhasil, siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Bantul, Yogyakarta ini mengandung bayi enam bulan.
Awalnya tak ada yang mengira siswi cantik itu ‘tekdung’ (hamil), termasuk W (33) ibu korban. Sebab, seperti biasa pada kehamilan pertama perut wanita umumnya tak besar-besar amat, jadi mudah untuk disembunyikan. Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai busuk, baunya pasti tercium juga.
Singkat cerita, ibu korban melihat putri pertamanya tertidur pulas di ruang tamu. Ia pun curiga melihat perut putri pertamanya yang dalam posisi terlentang itu sudah membesar. Di saat tidur itulah perempuan dua orang anak ini lalu mencoba meraba perut anaknya.
“Kaget saya mas, pas saya raba perutnya kok besar. Karena penasaran lalu saya paksa dia lakukan tes pack dan ternyata benar positif (hamil),” terang ibu korban, kepada wartawan, Jumat (7/7).
Mengetahui putrinya positif hamil, perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini lantas mendesak anaknya untuk mengaku. “Setelah didesak akhirnya anak saya mengaku dihamili oleh guru BK-nya,” imbuhnya.
Berbekal keterangan korban dan diperkuat dengan adanya bukti pesan singkat percakapan yang dikirimkan pelaku ke nomor ponsel milik korban, ibu korban melapor ke polisi.
Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut.
“Laporan itu kami terima pada 20 Juni 2017 kemarin dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Terlapor juga sudah kami periksa namun statusnya masih sebagai saksi,” tandas Anggaito.BERITA INDONESIA

Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment