Tiga Pendaki Pejuang Lingkungan akan Hidup di Puncak Gunung Merbabu Selama 100 Hari Tanpa Putus

https://www.facebook.com/Beritaindoneisa/

BERITA INDONESIA -  TIga orang pendaki asal kota salatiga, Kabupaten semarang dan Kabupaten gunung Kidul DIY, mulai kamis (2017/7/20) melakukan pendakian di ggunung meebabu. Eloknya, mereka bakal hidup di puncak dengan ketinggian 3142 mdpl selama 100 hari tanpa putus guna melaksanakan beragam kegiatan pelestarian alam.

Tiga pejuang lingkungan yang terdiri atas Raka metta wantoto warga Mangunsari , Sidomukti Kota Salatiga, Bayu Ramadhan warga Tambakromo, panjong, Kabupaten gunung kidul dan dani Adi kusuma warga desa klepu, Pringapus, Kabupaten semarang di ketahui merupakan para pendakian berikut konsevasi, upacra HUT kemerdekaan RI dam Upacara Sumpah Pemuda Tanggal 28 oktober 2017 mendatang.

Perihal rencana nekad tiga pendaki ini, di benarkan olehBento, Ketua Base Camp thekelan (BCT) yang juga ketua komunitas peduli putra syarif dusun thekelan, batur, Getasan Kabupaten semarang " Ya proposal meraka sudah kami terima sejak bulan juni lalu. Mereka sekarang juga sudah berada di BCT untuk persiapan pendakian besok Kamis," Jelasnya kepada BERITA INDONESIA

Bento yang juga seorang pendaki senior, menjekaskan, Kendati hanya tiga personil yang akan bertahan hidup selama 100 hari di puncak Merbabu, namun, di yakini kegiatasn positif tersebut bakal mendapatkan dukungan dari para pendaki lainnya. Apa lagi, dalam hal restorasi bebatuan kentheng songo mau pun konservasi alam di gunung, nyaris semua pendaki merespon nya." Saat ini, bantuan logistik guna bertahan hidup di puncak sudah mulai berdatangan." ungkapnya

Mengutip proposal uang diajukan ke BCT, lanjut Bento, agenda tiga pendaki selama 100 hari meliputi restorasi (pengumpulan batu Kentheng songo), Upacara dua hari nasional, konservasi sebagai jenis tanaman, Konservesi beragam binatang, Konservesi jalur pendakian, perbaikan sanitasi air, penambahan tanda petunjuk jalan hingga sosialisasi terhadap para pendaki agar tak membuang sampah sembarangan, menebang pohon, teknis resque dam etika pendakian.

"Kami dari BCT , nanti nya akan melakukan pengawalan,. Rencananya setiap bulan kami bakal naik kepuncak untuk memantau kondisi tiga pendaki sekaligus mengirim logistik." Kata Bento sembari menambahkan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Anak gunung Merbabu Merapi (AGMM) Korwil kota salatiga.

Terkait dengan dukungan logistik, Jelas Bento, Pihaknya tidak mengharamkan bantuan dari pihak mana pun. Untukitu, segala bantuan bisa di salurkan melalui BCT dan nantinya akan di kirim ke puncak Merbabu.Selama 100 hari ke depan, Relawan siap menerima siapa pun yang berkenan mendonasikan sembako.

https://www.facebook.com/Beritaindoneisa/

Misteri Kentheng songo
 Kenthen songo sendiri, sebenarnya merupakan lokasi paling favorit bagi pendaki gunung merbabu, sebab selain lokasinya berada di puncak, terdapat misteri yang menyelimutinya. Dimana, terdapat empat batu belobang yang bisa di sebut sebagai Watu kentheng, yang terpintas terlihat hanya memiliki empat lobang. Padahal, sebenarnya memiliki sembilan lobang sehingga dinamakan Kentheng Songo.
https://www.facebook.com/Beritaindoneisa/

Sering ada kejadian yang tidak lazim yang sering di alami para pendaki yang membuat Camp di puncak kentheng songo dari kejadian fatamorgana sampai terdengar suara keramaian di puncak. Padahal, secara kasat mata tak terlihat seorang pendaki pun. Sehingga , kalangan pendaki biasanya tidak berani gegabah saat berada di lokasi ini ." Ya etikanya memang di Merbabu tidak boleh sesumbar tentang apapun." Kata Bento kepada BERITA INDONESIA .

 Untuk menuju puncak yang Lazim disebut sebagai negeri di atas awan ini, oendaki harus melalui BCT menuju pos Pending. Hingga tiba dia cerukan batu besar yang dapat di gunakan sebagai tempat berlindung dari badai sewaktu malam bernama Watu Gubug biasanya pendaki akan melepas penat sebentar. Setelah melewati pos pemancar, Maka pemandangan yang luar biasa sudah mulai terlihat. Selanjutnya, sebelum tiba di puncak , maka pendaki wajib menyebrangi jembatan Setan. Konon, semua lokasi ini sakral adanya.
https://www.facebook.com/Beritaindoneisa/

Kembali pada nekad tiga pendaki yang mengemas kegiatannya dengan Label Ekspedisi dan sosialisasi 100 Kentheng songo puncak Merbabu kerap di guyur hujan, namun, mereka merasa faktor cuaca bukanlah penghambat bagi seluruh aktifitas di negri di atas awan itu " Kami minta doa restu kepada seluruh rakyat Republik ini, agar kami mampu menuntaskan misi." kata Raka metta wantoro kepada BERITA INDONESIA selaku koordinator ekspedisi ketika di hubungi, Kamis ( 2017-7-20)

Apapun rintangan yang meghadang sepertinya tekad tiga pendaki telah bulat. Kendati tak bakal tercatat di buku Musium Rekor Indonesia (MURI), Mereka tetap semangat menuntaskan misinya, untuk itu, semisalnya anda akan berperan menjaga kelestarian gunung merbabu, tidak perlu repot-repot ikut pendakian, dengan membantu logistik berupa sembako, anda telah punya saham melestarikan kehidupan di gunung itu, namun semisal memiliki nyali berlebih, silahkan bergabung menjemput awan. SALAM LESTARI !   BERITA INDONESIA

Comments